Selasa, 13 September 2011

2. Aku Orang yang Dewasa dalam Masalah Cinta

Aku ceritakan semua ini pada GOLeM dengan nama dan lokasi samaran, semoga bisa diambil hikmahnya. Jika ada pembaca yang mengalami kisah serupa, itu sama sekali bukan unsur kesengajaan.
Sebut saja namaku Roy. Aku besar di kota kecil di Jawa Tengah yaitu kota Pati. Aku seperti anak pada umumnya yang sekolah dari SD, SMP dan SMU. Selama masa sekolah adalah masa yang aku lalui dengan menjalin cinta dengan banyak wanita. Aku bukan playboy, maksudku meskipun aku menjalin cinta dengan banyak wanita, semua aku jalani dengan penuh kedewasaan.
Sebut saja Della, gadis yang menjadi kekasihku saat aku duduk di bangku SMU. Kami menjalin cinta dengan penuh kedewasaan. Di saat ada masalah, selalu kami coba diskusikan untuk mencari jalan keluar. Dalam menjalin cinta, pasti tidak luput dari ketidak cocokan di antara kami berdua. Saat semua perbedaan bisa disatukan, kamipun bisa jalan bareng. Suatu saat perbedaan memaksa untuk mengakhiri hubungan cinta kasih kami. Sebagai pria dewasa akupun berusaha menerima kenyataan bahwa perbedaan sudah tidak bisa disatukan lagi. Ya.. akhirnya akupun putus dari Della dan kami putus secara baik-baik.
Aku tidak larut dalam kesedihan karena putus cinta. Ya… itulah aku…, Roy. Di saat sendiri alias jomblo, aku nikmati dengan kegemaranku bermain Play Station. Semua berjalan seperti biasa, tak ada beban berat yang kurasakan. Hari berganti hari, pada suatu ketika aku berkenalan dengan gadis sebut saja Desy. Singkat kata, kamipun menjalin hubungan cinta. Seperti biasa, jalinan cintaku tidak semulus yang aku harapkan. Hal sama terulang lagi. Aku putus dengan Desy.
Selanjutnya mudah ditebak, aku menjalin cinta dengan sebut saja Kirana. Dia juga benar -benar serius mencintaiku. Pada suatu saat karena kami sudah sama-sama saling mencintai, dia begitu pasrah dalam pelukanku. “Lakukan saja mas, aku rela kok..” begitu pintanya dengan penuh kepasrahan. Aku sebagai lelaki normal tentu paham apa yang dimaui Kirana. Alhamdulillah, 4wl masih melindungiku, timbul rasa kasihan kalo dia sampai ternoda, kamipun tidak sampai terjerumus ke dalam perbuatan nista itu. Kamipun melanjutkan hubungan dengan penuh cinta kasih yang jauh dari nafsu sesaat.
Waktu berlalu begitu cepat, tanpa sadar aku harus melanjutkan kuliah di kota gudeg, Yogyakarta. Mudah ditebak, long distance relationship tidak membawa kebaikan dalam hubungan kami berdua. Kamipun putus secara baik-baik. Aku sendiri lagi dan itu bukan masalah besar bagiku.
Di kota Yogyakarta aku serius menimba ilmu sehingga masalah wanita tidak terlalu aku pusingkan, seperti biasa kenal, jadian, putus, jomblo lagi, main PS lagi. Dan di saat aku menyelesaikan skripsiku selama berbulan-bulan aku hidup dalam keadaan jomblo. Setelah selesai kuliah, aku kembali ke kampung halamanku, kota kelahiranku, Pati. Di kota itu aku berkenalan dengan gadis satu kampung bernama Fitri, dia bekerja di kota di sebuah apotik mengurus obat-obatan. Kamipun berkenalan dan akhirnya jadian. Aku berniat untuk menikah dengan Fitri karena meskipun kerap terjadi perbedaaan aku menganggap hal itu wajar dan kamipun menjalin cinta dengan serius, penuh kedewasaan dan rasa tanggung jawab.
Setelah melamar kerja ke sana ke mari akhirnya aku bekerja pada sebuah perusahaan tekstil di Tangerang. Tekadku sudah bulat untuk menikahi Fitri. Sekian bulan bekerja akhirnya aku beranikan diri untuk melamar Fitri dan segera menikah.
Akhir dari kisah cintaku yang berbelit-belit dengan trying and error begitu banyak ternyata kutemukan di saat yang memang sudah sepantasnya dan sudah waktunya untuk menikah. Ya .. akhirnya aku menikah dengan Fitri. Kisah cintaku berakhir bahagia. Saat ini kami dikarunia seorang bayi mungil buah cinta kami berdua.

0 komentar:

Visitors Map

About This Blog

Blog ini saya jadikan sebagai tempat berbagi dengan sesama

Laman

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP